| Nuansa Gelap tapi Cemerlang, Batik Tiga Dimensi ala Renaldy | Di Madura, dikenal istilah batik gentongan, yaitu batik dengan proses pembuatan melalui perendaman dalam gentong selama beberapa bulan. Salah satu di antaranya adalah yang dikerjakan oleh Renaldy Batik, di Pamekasan, milik Rudy Susanto, SH. Gentong perendaman yang bisa memuat 10-20 potong batik, umumnya terbuat dari batu kapur yang bagian dalamnya dilapisi dengan semen. Di samping memakan waktu lama, proses pembuatan batik gentongan cukup rumit. Itulah sebab, harganya menjadi cukup mahal, mencapai sekitar Rp 4 juta.
Selain corak gentongan, Renaldy Batik juga memproduksi batik tiga dimensi. Maksudnya, dengan sistem membatik dua kali, dan pewarnaan tiga kali. Diungkapkan oleh Rudy Susanto, soal pewarnaan dirinya memiliki 15 warna campuran, dari warna-warna dasar seperti merah, hijau, coklat dan hitam. ”Dalam batik tiga dimensi, faktor pewarnaan menjadi amat penting dan menuntut kecermatan. Tidak semua perajin batik bisa mengerjakannya. Saya sendiri melakukan eksperimen sampai beberapa kali!” ungkapnya serius.
Kini, produksinya berupa batik-batik dan selendang dengan dominasi warna gelap tetapi cemerlang, Rudy seolah mampu memancing imajinasi konsumennya lewat permainan warna yang begitu variatif. Selain dipasarkan di seputar Pamekasan, selama ini Renaldy Batik meramaikan pasar Surabaya, Solo, Yogyakarta, Jakarta, bahkan Malaysia. Rudy juga terbilang rajin mengikuti pameran, semisal Texcraft, Inacraft, Gelar Batik Solo, atau pemaran sejenis di kota-kota lain.
“Di Solo pasar kami lebih bagus dibanding di Yogya. Pernah dalam dua hari kami bisa mengutip puluhan juta rupiah, tetapi di Yogya malah jeblog!” ungkapnya membandingkan. Ditanya tentang kemungkinan dijiplak perajin lain, Rudi tidak menolaknya. Meski demikian ia tak merasa khawatir tersaing. “Biar saja menjiplak, toh haasil jiplakan tak mungkin sepersis aslinya!” kilahnya di akhir perbincangan singkat.
back to index new
|